Harga Beras Mulai Turun, Pasokan Melimpah

0
46

Harga beras mulai mengalami penurunan dalam sepekan terakhir di beberapa pasar tradisional di Kendal, Jawa Tengah. Bahkan penurunan harga beras cukup signifikan sampai mencapai Rp50 ribu per sak.

Harga beras turun

Penurunan harga beras ini diakibatkan, ketika beberapa daerah mulai panen raya sehingga pasokan mulai melimpah. Tetapi untuk beras bramo dan mentik, penurunan yang terjadi tidak terlalu besar.

Biasanya ketika harga melonjak, beras c-4 per sak atau kemasan 25 kilogram bisa mencapai Rp280 ribu. Namun kini pedagang menjual dengan harga Rp230 ribu. Salah seorang pedagang beras Milatul menerangkan, penyusutan harga ini karena pasokan dari distributor sudah melimpah dan daerah sentra penghasil beras mulai panen raya.

Tetapi, untuk beras tertentu seperti bramo dan mentik wangi hanya menjadi Rp25 ribu per sak atau turun Rp1.000 perkilogramnya. Jika biasanya mencapai Rp300 ribu per sak, kini masih dijual dengan harga Rp275 ribu. “Permintaan dari pembeli juga sudah mulai banyak, setelah harga mengalami penurunan,” ungkapnya.

Masyarakat menyambut gembira penurunan harga beras yang cukup besar. Salah seorang pembeli mengaku dengan harga yang turun hingga dua ribu rupiah perkilogramnya, dapat menghemat belanja dan bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

Sementara untuk harga eceran, penurunan masih sedikit yakni antara lima ratus rupiah sampai seribu rupiah saja. Di antaranya seperti harga beras jenis bramo eceran perkilogramnya sebelumnya Rp15 ribu kini Rp14 ribu, sedangkan ir c4 kini eceran dijual    Rp11 ribu.

Para pedagang pemerintah membatalkan impor beras, agar harga kembali stabil atau tidak turun banyak. Pasalnya jika impor beras tetap dilaksaakan, pedagang beras lokal merugi lantaran kalah harga dengan beras impor yang bisa lebih murah.