Solusi Cerdas Patuhi Peraturan Wajib e-Filing

0
198

Kemudahan dalam berusaha (ease of doing business) merupakan salah satu faktor penentu kelancaran administrasi perusahaan, termasuk urusan perpajakan yang salah satunya adalah pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). Meski demikian, masih ada wajib pajak yang menemukan kesulitan dalam melaporkan SPT.

Demi membantu mencapai kemudahan dalam berusaha bagi para wajib pajak, Direktorat Jederal Pajak (DJP) terus mengembangkan sistemnya agar administrasi pengelolaan SPT menjadi lebih sederhana dan modern, yaitu dengan mewajibkan pelaporan pajak secara online, atau yang lebih dikenal dengan sebutan e-Filing.

Solusi Cerdas Patuhi Peraturan Wajib e-Filing

Mulai 1 April 2018 ini DJP akan mengeluarkan peraturan baru terkait wajib lapor pajak online atau e-Filing SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan PPN sebagaimana ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9/PMK.03/2018.

Peraturan baru ini menegaskan bahwa wajib pajak tidak dapat menyampaikan format dokumen elektronik secara langsung ke KPP, melainkan harus melalui saluran e-Filing yang sudah diakui DJP. Jadi, jika pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan PPN tidak melalui e-Filing, maka wajib pajak dianggap tidak menyampaikan SPT kepada negara.

Oleh sebab itu, OnlinePajak, aplikasi berbasis web sebagai salah satu saluran e-Filing yang diakui oleh DJP, dapat menjadi solusi cerdas untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan e-Filing. Wajib pajak bisa mengakses https://www.online-pajak.com/id/efiling-pajak untuk mendapatkan berbagai kemudahan sebagai berikut:

1. e-Filing di OnlinePajak Gratis
Lapor SPT online di OnlinePajak sama sekali tidak dikenakan biaya dan berlaku untuk pelaporan semua jenis SPT dan sesering apa pun kita melaksanakan pelaporan.

2. Bukti Pelaporan Diakui Secara Resmi oleh DJP
Berdasarkan Pasal 8 ayat (2a) PMK SPT terbaru, OnlinePajak merupakan salah satu saluran resmi yang diakui pemerintah untuk melakukan e-Filing. Artinya, Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) yang diperoleh dari OnlinePajak juga diakui legalitasnya.

3. Kemudahan Melacak Bukti Lapor
OnlinePajak memungkinkan pengguna untuk melacak bukti lapor lantaran mempunyai fitur pencarian yang bisa dioperasikan dengan mudah.

4. Mengakomodasi Pelaporan Berbagai Jenis Pajak
e-Filing OnlinePajak juga bisa mengakomodasi pelaporan semua jenis pajak dengan beragam status pembayaran, sehingga berbagai macam perusahaan dengan latar belakang industri dan skala bisnis yang berbeda, bisa menggunakan fitur e-Filing OnlinePajak.

5. Adanya Fitur e-Filing CSV
Melalui fitur ini, pengguna bisa melakukan pemindahan data file CSV Pelaporan dari e-SPT ke aplikasi OnlinePajak secara otomatis, selanjutnya e-Filing bisa dilakukan hanya dengan sekali klik.

6. Ketersediaan Fitur e-Filing Bulk Upload
Bagi perusahaan yang berskala besar, OnlinePajak menyediakan fitur e-Filing Bulk Upload, yang memungkinkan pengguna mengunggah banyak data CSV pelaporan sekaligus, untuk beragam jenis SPT dan NPWP perusahaan secara otomatis, serta melakukan lapor pajak online dengan praktis.

7. Rahasia Wajib Pajak Dijamin Aman
Soal keamanan data, wajib pajak juga tidak luput dari prioritas OnlinePajak, lantaran sudah mendapatkan sertifikat ISO27001 yang setara dengan keamanan bank.

Demikianlah, dari ketujuh hal di atas, OnlinePajak tidak hanya berupaya untuk mempermudah proses e-Filling dengan inovasi teknologi dalam pengelolaan pajak dan fungsi pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Inovasi ini juga sekaligus menandakan kontribusi OnlinePajak dalam mendukung peraturan DJP terkait wajib e-filling PPh Pasal 21/26 dan PPN.