Netanyahu Puji Pasukan Israel Karena Membunuh Demonstran Palestina

0
140

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan Israel, sehari setelah mereka membunuh 16 demonstran Palestina di perbatasan dengan Gaza.

Dalam sebuah pesan yang diposting di Twitter, Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada para tentara lantaran mengizinkan negara itu untuk merayakan libur Paskah.

“(Kerja) bagus untuk prajurit kami. Israel bertindak dengan penuh semangat dan dengan tekad untuk melindungi kedaulatan dan keamanan warganya,” tulisnya seperti dikutip dari Independent, Minggu (1/4/2018).

Ia memposting pesan itu sehari setelah ribuan warga Palestina berkumpul di pagar perbatasan Gaza, melemparkan batu dan mendorong ban terbakar ke tentara Israel. Pasukan Israel membalas dengan tembakan langsung, menewaskan 16 pemrotes, menurut pejabat Palestina. Ini adalah kekerasan yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Ribuan warga Palestina berkumpul di pagar perbatasan Gaza, melemparkan batu dan mendorong ban terbakar ke tentara Israel.

Pada hari Sabtu (31/3/2018), sebanyak 70 orang Palestina terluka ketika bentrokan berlanjut, meskipun lebih sporadis.

Israel, seperti yang secara rutin dilakukan, mengatakan bahwa tentaranya hanya menembak untuk membela diri. Negara Zionis itu mengatakan ada upaya oleh warga Palestina untuk menerobos pagar yang memisahkan Gaza dari bagian lain negara itu.

Tetapi warga Palestina menuduh Israel menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, mengatakan tentara menembaki para pengunjuk rasa yang tidak menimbulkan ancaman. Kelompok hak asasi manusia mempertanyakan penggunaan senjata api oleh Israel.

Kepala Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan “penyelidikan independen dan transparan”, seperti yang dilakukan kepala diplomatik Uni Eropa, Federica Mogherini.

Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan hari Sabtu (31/3/2018) sebagai hari berkabung nasional dan dalam sebuah pidato mengatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kematian itu.

Dalam konfrontasi hari Jumat (30/3/2018), banyak warga Palestina berkumpul di dekat pagar, dengan kelompok pengunjuk rasa yang lebih kecil bergegas ke depan, melempar batu dan membakar ban.

Militer Israel awalnya mengklaim bahwa ribuan orang Palestina melakukan kerusuhan di enam lokasi di seluruh Jalur Gaza, menggulingkan ban yang terbakar dan melemparkan batu-batu. Tetapi video yang dirilis oleh tentara tampak menunjukkan tidak benar-benar terlibat dalam kekerasan secara langsung.

Juru bicara tentara Israel, Brigadir Jenderal Ronen Manelis, mengatakan bahwa sementara ribuan orang Palestina mendekati perbatasan pada Jumat (30/3/2018), mereka yang terlibat dalam lemparan batu berjumlah ratusan.

Sementara itu, Manelis membantah tentara menggunakan kekuatan yang berlebihan, mengatakan mereka yang tewas oleh pasukan Israel adalah pria antara usia 18 dan 30 yang terlibat dalam kekerasan dan anggota faksi militan.