BKKBN Serukan Perbaikan Pola Asuh Keluarga Untuk Tekan Stunting

0
1097

Di Indonesia, angka anak stunting (kerdil) masih cukup tinggi. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dan melibatkan banyak sektor untuk menekan angka stunting.

Pemahaman umum dalam mencegah lahir anak stunting adalah memfokuskan pada upaya kesehatan yang merupakan faktor resiko. Sering kali upaya lainnya yang menjadi faktor protectif dianggap kurang berperan.

Padahal faktor risiko, seperti kondisi kesehatan anak, gizi pada saat ibu hamil sangat dipengaruhi oleh faktor pola asuh orangtua. Segala sesuatu yang terjadi pada masa 1000 hari pertama kehidupan menjadi faktor penentu kualitas kehidupan anak kelak.

Terkait hal tersebut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) proaktif dalam meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB) yang dikembangkan oleh BKKBN untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua dan keluarga anak khususnya anak usia di bawah enam tahun termasuk dari dalam kandungan. Program BKB telah dilaksanakan oleh lebih kurang 80.000 kelompok BKB di seluruh Indonesia.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan pengelola Bina Balita dan Anak seluruh Indonesia, untuk menyampaikan informasi dan pelaksanaan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) di tingkat provinsi dan kabupaten, BKKBN bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia menggelar kegiatan Workshop Penyuluhan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif di Bogor, 1-7 April 2018. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi “Menjadi Orangtua Hebat”.

BKKBN Serukan Perbaikan Pola Asuh Keluarga Untuk Tekan Stunting

Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dalam sambutannya menjelaskan, melalui Program BKB Holistik Integratif ini orangtua bisa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan pengasuhan yang menyeluruh dalam memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu Asuh (kebutuhan fisik-biomedis), Asih (kebutuhan emosional dan kasih sayang) dan Asah (kebutuhan stimulasi mental.

“Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya program anak usia dini yang menyeluruh dan integratif juga dalam dalam rangka menekan angka stunting, BKKBN mengembangkan Program BKB HI (Bina Keluarga Balita Holistik Integratif). Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada orangtua tentang pentingnya keseimbangan antara asah, asih dan asuh, antara kebutuhan fisik, gizi, kesehatan, pendidikan dan perlindungan bagi anak, terutama pada masa 1000 HPK,” papar Sigit.

Lebih lanjut Sigit menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar dan pintu utama dalam mengasuh balita dan anak. “Karena itu orangtua perlu diberi pemahaman bagaimana menjadi orangtua hebat yang mampu membina dan mengasuh anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” ajak Sigit.

Sementara itu, BKKBN sudah mengembangkan 13 pertemuan modul yang terkait dengan pengasuhan dan juga telah mengembangkan aplikasi “Menjadi Orang tua Hebat” yang bisa diunduh di playstore bagi pengguna android.

Adapun aplikasi ini bisa digunakan oleh penyuluh Keluarga Berencana sebagai materi penyuluhan. Dalam aplikasi ini bisa didapatkan materi buku, modul, publikasi dan video tentang Menjadi Orangtua Hebat. Aplikasi ini akan selalu dilakukan pembaharuan terkait isi materinya, bisa diakses secara online maupun offline.