Korsel Mempertimbangkan Perjanjian Damai Dengan Korut

0
57

Kemungkinan Korea Selatan (Korsel) akan berusaha untuk mengganti perjanjian gencatan senjata dengan Korea Utara (Korut) dengan perjanjian perdamaian formal. Wacana ini muncul seiring rencana pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un minggu depan.

Namun begitu, perundingan perjanjian damai ini amat bergantung pada keinginan Pyongyang menanggalkan ambisi nuklirnya. Sejatinya kedua Korea masih terlibat konflik bersenjata lantaran perang Korea 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata.

Kepala kantor keamanan nasional kepresidenan Korsel, Chung Eui-yong mengatakan, Seoul dan Washington sedang mengeksplorasi beberapa cara untuk memberi apresiasi kepada Korut lantaran menyetujui denuklirisasi dan bisa diverifikasi.

Di antara pilihannya adalah perjanjian damai dengan Korsel dan Amerika Serikat (AS). “Kami sedang mendiskusikan bagaimana kami dapat menghapus masalah keamanan yang dipertahankan oleh Korea Utara,” kata Chung seperti dikutip The Guardian dari kantor berita Yonhap, Rabu (18/4/2018).

“Kami juga sudah mengadakan diskusi mendalam tentang bagaimana kami dapat menjamin masa depan Korea Utara yang cerah jika Korea Utara membuat keputusan yang tepat,” imbuh Chung.

Presiden AS Donald Trump sudah memberikan restu pembicaraan yang ditujukan untuk mengakhiri perang Korea secara formal.

“Orang-orang tidak menyadari bahwa Perang Korea belum berakhir. Itu sedang terjadi sekarang. Dan mereka sedang mendiskusikan berakhirnya perang,” kata Trump.

“Merujuk pada kesepakatan itu mereka mendapatkan restu saya dan mereka mendapatkan restu saya untuk membahas itu,” imbuh Trump.

Presiden AS Donald Trump sudah memberikan restu pembicaraan yang ditujukan untuk mengakhiri perang Korea secara formal.

Meningkatkan harapan untuk terobosan besar di serangkaian pertemuan yang akan datang, Trump mengatakan peluang besar untuk memecahkan masalah dunia berada dalam jangkauan di semenanjung Korea.

Kedua negara Korea menandatangani gencatan senjata pada tahun 1953. Kim Jong-un dan Moon Jae-in akan bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 27 April mendatang.

Sementara itu, Korut sendiri belum memberikan tanggapan terkait usulan perjanjian damai ini. Tetapi, Kim Jong-un dilaporkan sudah memberitahu Chung Eui-yong saat berkunjung ke Pyongyang pada Maret lalu bahwa rezim Korut mempertimbangkan menyerahkan persenjataan nuklirnya dengan imbalan jaminan keamanan dari Korsel dan AS.