Era Revolusi Industri 4.0, SDM Pariwisata Dituntut Ahli Bahasa Dan Kuasai TI

0
297

Menyambut era Revolusi Industri 4.0, sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata dituntut membekali diri dengan kemampuan multibahasa dan teknologi informasi (TI). Tetapi di tengah kegandrungan terhadap ilmu tersebut, SDM pariwisata tidak boleh melupakan pentingnya budaya bangsa.

“Mahasiswa pariwisata harus membekali diri dengan kemampuan bahasa asing dan TI. Tapi budaya jangan dilupakan, karena wisatawan mancanegara datang ke sini karena tertarik dengan budaya Indonesia,” kata Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Nurbaeti saat farewell party mahasiswa-mahasiswi Guilin Tourism University yang melakukan reciprocal di kampus tersebut, Jumat (11/5/2018).

Menurut Nurbaeti, mahasiswa prodi pariwisata diminta untuk menguasai lebih dari satu bahasa asing. “Selain bahasa Inggris, ada bahasa Perancis, Korea, atau Jepang. Dan belakangan banyak wisatawan China yang datang, jadi bahasa China penting juga untuk dikuasai,” katanya.

Nurbaeti menambahkan, penguasaan TI dianggap perlu lantaran hampir semua sektor kehidupan sekarang ini menggunakan teknologi informasi. Semua dijalankan dengan otomatisasi, digitalisasi, dan internet.

Era Revolusi Industri 4.0, SDM Pariwisata Dituntut Ahli Bahasa Dan Kuasai TI

Terkait kerja sama internasional, STP Trisakti sudah menjalin kerja sama dengan banyak universitas di luar negeri. Terakhir adalah kerja sama dengan Guilin Tourism University, China.

“Akhir tahun lalu mereka mengajukan pengiriman mahasiswanya ke sini. Kami beri lampu hijau bulan Mei selama tiga pekan, tadinya mereka minta empat pekan,” ucap Lecture and International Program Executive, STP Trisakti Nurima Rahmitasari.

Menurut Nurima, ini adalah program terlama yang pernah ada dengan jumlah mahasiswa mencapai 18 orang. Mereka ikut belajar dengan mahasiswa STP Trisakti dan ada juga kelas terpisah. “Mereka juga belajar budaya Indonesia dan terkesan. Walaupun hanya tiga pekan, tapi kehangatan budaya yang disampaikan mahasiswa dan manajemen STP Trisakti membuat mereka terkesan,” kata Nurima.

Nurima menambahkan, akhir tahun ini rencananya kampus akan mengirim 70-an mahasiswa ke Guilin Tourism University. Para mahasiswa akan mengambil program double degree. “Ada yang selama 1,5 tahun, ada juga yang dua tahun. Tentu mereka kami seleksi dan dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang budaya di sana,” tambah Nurima.