MERITOKRASI, BUKTI KEPEMIMPINAN PRABOWO YANG DUKUNG PENUH POTENSI KAUM MILENIAL

0
131
MERITOKRASI, BUKTI KEPEMIMPINAN PRABOWO YANG DUKUNG PENUH POTENSI KAUM MILENIAL

Arti meritokrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Adalah “sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, dan sebagainya”.

Meritokrasi adalah cara yang diyakini oleh Prabowo dalam menerapkan manajemen kepemimpinan. Prabowo menaruh kepercayaan kepada anak muda. Salah satunya adalah Sudaryono yang dipercaya menjadi sespri Prabowo Subianto saat berumur belum genap 30 tahun.

“Pak Prabowo adalah tokoh senior yang sangat percaya akan kemampuan anak muda. Beliau percaya bahwa yang mampu harus didorong untuk maju. Yang penting adalah tujuan, kompetensi dalam mencapai tujuan itu tidak ditentukan oleh umur.”

“Paham yang diyakini oleh Prabowo ini terinspirasi dari kondisi bangsa Indonesia saat awal masa kemerdekaan. Saat itu anak-anak muda berperan besar dalam proses kemerdekaan Indonesia. Bung Karno sekalipun saat itu berusia relatif muda (44 tahun) saat menjadi Presiden dan Bung Hatta yang menjadi wakil berusia setahun lebih muda (43 tahun).”

Tidak seperti kebanyakan negara lain yang mendapat kemerdekaan karena hadiah dari penjajahnya, Indonesia meraih kemerdekaan karena perjuangan. Karena itu Indonesia masih harus mempertahankan kemerdekaan meskipun sudah merdeka.

MERITOKRASI, BUKTI KEPEMIMPINAN PRABOWO YANG DUKUNG PENUH POTENSI KAUM MILENIAL

Di masa-masa itu anak muda berperan signifikan dalam mempertahankan kemerdekaan. Jendral Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada usia 29 tahun.

Saat Indonesia terdesak oleh agresi militer Belanda, Bung Karno dan Bung Hatta berhasil ditangkap pada 19 desember 1948. Sehingga harus didirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Syafruddin Prawiranegara memimpin PDRI dari Bukittinggi di usia 37 tahun.

Sultan Hamengkubuwono IX menjadi pemimpin di Yogyakarta saat berumur 34 tahun ketika Ibukota Indonesia harus pindah ke Yogyakarta tahun 1946.

Bung Tomo memimpin perlawanan terhadap Belanda di Surabaya yang puncaknya di 10 November 1945 pada usia 25 tahun.

Sutan Sjahrir dan Mohammad Natsir membantu Bung Karno dan Bung Hatta di usia belum genap 40 tahun. Dan tidak terhitung tokoh-tokoh muda lainnya yang berperan dengan porsinya masing-masing

Umur hanya masalah angka. Kesempatan bagi anak muda harus dimunculkan dan hanya pemimpin yang percaya pada anak muda yang bisa memahami ini.

Bagaimana pembaca? Suka dengan gaya manajemen meritokrasi ala Prabowo?