Menristekdikti Siapkan Beasiswa Untuk Dorong TKI Lanjut Kuliah

0
43

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan TKI meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar menjadi skilled worker sehingga bisa bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Dengan menjadi tenaga kerja ‘unskilled’ tapi ‘skilled worker’, gaji yang diterima para TKI juga akan jauh lebih baik. Dia juga mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Menteri Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) bisa mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, Menteri Nasir berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui program Bidikmisi.

“Kemenristekdikti besama Panitia SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) telah membuat inovasi ujian SBMPTN berbasis android. Harapan ke depannya anak-anak ini bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja,” ungkp Menteri Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Senin (27/8).

Menristekdikti Siapkan Beasiswa Untuk Dorong TKI Lanjut Kuliah
Menristekdikti Siapkan Beasiswa Untuk Dorong TKI Lanjut Kuliah

Adapun kunjungan ini dilakukan Menteri Nasir setelah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Sementara Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek.

Termasuk pendidikan. KJRI sudah bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah RI dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah.

“Kami berprinsip tidak membedaka-bedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang manapun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya kami telah bekerja sama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Pembelajaran Paristiyanti menjelaskan, bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri bisa melakukan penyetaraan ijazah di Kemenristekdikti secara daring dengan mengakses ijazahln.ristekdikti.go.id.

Kemudian Tim Penyetaraan Ijazah Kemenristekdikti akan melakukan penelaahan mengenai ijazah tersebut dan hasilnya bisa diperoleh dalam jangka waktu lebih kurang 10 hari kerja