Prediksi Ekonom, Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Terus Berlanjut

0
95
Prediksi Ekonom, Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Terus Berlanjut

Pada perdagangan hari ini, Rabu 5 September 2018, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih bertengger di posisi 14.900. Mengutip Reuters, nilai tukar Rupiah bertengger di posisi Rp14.930 per US$ setelah di hari sebelumnya mencapai titik puncak pelemahannya pada posisi Rp14.989.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai, pelemahan nikai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan masih terus berlanjut. Hal itu disebabkan lantaran  faktor-faktor pemicu pelemahannya baik di tingkat global maupun domestik masih terus berlangsung.

Menurut Pieter, dari sisi global, faktor yang konsisten memicu adalah masih panasnya perang dagang global, gejolak perekonomian yang terjadi di negara-negara emerging market atau anggota G-20 seperti Turki maupun yang baru-baru ini di Argentina. Juga kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve yang diperkirakan masih terjadi dua kali lagi.

Sementara itu, dari sisi domestik, adalah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia yang masih lebar di kisaran tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto sehingga memengaruhi sentimen investor lantaran cadangan devisa terus tergerus untuk menambal defisit tersebut.

Prediksi Ekonom, Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Terus Berlanjut
Prediksi Ekonom, Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Terus Berlanjut

“Semua ini mendorong pengalihan modal asing keluar Indonesia menyebabkan pelemahan rupiah. Selama kondisi ini masih terjadi, rupiah akan terus mengalami tekanan pelemahan,” kata Peter, Rabu 5 September 2018.

Meski demikian, prediksi terkait tingkat maupun rentang waktu dari lamanya pelemahan tersebut berlangsung atau kemudian mereda tidak dapat dipastikan. Karena hal itu sangat bergantung dari efektivitas kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia.

“Tidak bisa dipastikan sampai berapa, bergantung kepada efektivitas kebijakan-kebijakan yang diambil oleh BI dan pemerintah. Namun apa yang sudah dilakukan oleh BI dan pemerintah sudah cukup baik dan bisa diharapkan efektif menstabilkan kembali Rupiah,” ungkap Pieter.

Diketahui, pada hari ini informasi di situs resmi perbankan, Rupiah dijual sudah tembus kisaran Rp15.000 per US$. Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, kurs jual Rp15.010 dan beli seharga Rp14.820 per US$.

Kemudian Bank Mandiri jual seharga Rp15.012 per US$ dan kurs beli Rp14.736. Lalu di Bank Central Asia (BCA), us$ dijual Rp15.100 dengan kurs beli seharga Rp14.800 per US$.