SILSILAH PRABOWO : TRAH KESATRIA DI DALAM NADI PRABOWO

0
5
SILSILAH PRABOWO : TRAH KESATRIA DI DALAM NADI PRABOWO

Pilpres 2019 masih setahun lagi, namun ternyata jangka waktu yang jauh dan panjang ini tidak membuat para tukang fitnah dan pembuat konten hoax sedikit beristirahat untuk mengurangi dosa. Mereka malah seperti membabi buta khususnya pasca kekalahan telak Ahok di Pilkada DKI 2017 yang belum juga sebulan terlewati.

Kali ini yang dibidik adalah garis keturunan atau silsilah Prabowo Subianto. Sebuah laman facebook mengeluarkan foto pak Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo dengan caption informasi ngawur yang menyatakan bahwa nama asli beliau adalah “Soo Ming Doo”.

Begini saudara-saudara, dalam perjalanan hidup pak Soemitro–beliau pernah menjadi oposisi dari pemerintahan Ir. Soekarno. Dalam berbagai kesempatan berdiskusi dengan Bung Karno, pak Soemitro dianggap berkhianat karena menolak masuk ke dalam kabinetnya dengan alasan sebagai berikut:

1. Karena keikutsertaan PKI dalam kabinet itu.
2. Soekarno menolak keikutsertaan PSI dalam pemerintahan yang baru.
3. Konsep ekonomi pro Bumiputera ala Soemitro dianggap kontra revolusioner.

Khusus untuk konsep ekonominya, dalam perbincangan di meja makan– Prabowo bercerita bahwa saat pak Soemitro menyatakan ketidak-setujuannya PKI ada di Indonesia dan terlibat di Pemerintahan, kemudian pak Soemitro juga mengingatkan Bung Karno bahwa PKI akan membahayakan. Tetapi apa tanggapan Bung Karno? “Mitro, kamu tau apa? Kamu masih pakai celana pendek saya sudah bolak balik masuk penjara”

Ya sudah, label cap “pengkhianat” yang diterimanya membuatnya menjadi buron negara hingga mesti keluar dari republik yang turut diciptakannya ini saat menjadi anggota BPUPKI.

Dalam pelariannya menjaga idealisme-nya dari pemerintahan yang sudah menjadi otoriter ini, dalam berbagai negara yang ditempatinya sementara– Soemitro mengganti namanya dengan nama samaran.

Dikutip dari buku “Jejak Perlawanan Begawan Pejuang”, berikut antara lain nama samarannya: di Malaysia menjadi Abu Bakar, di Bangkok Thailand ia menjadi Henry Kusumo atau Henry Tau, di Hongkong ia memakai nama Kanton : Sou Ming Tau dan dalam bahasa Mandarin beliau memilih nama samaran Soo Ming Doo.

Ya, “Soo Ming Doo” hanyalah salah satu nama samarannya sebelum akhirnya ketika orde lama berganti orde baru, pak Harto memanggilnya pulang untuk mengabdi lagi di negara yang sangat di cintainya. Dalam perjalanan waktu juga, hubungan pak Soemitro dan pak Harto pasag surut. Terakhir sempat renggang karena konsep ekonomi pro Bumiputeranya juga mulai ditinggalkan oleh Orde Baru.

Bahkan ketika anaknya (Prabowo) hendak menikah dengan anak pak Harto (Titiek), sebenarnya hubungan antar kedua bapak ini sedang panas-panasnya. Hanya saja, kenekadan dan atas nama , ehem, cintalah yang membauat Prabowo – Titiek melangsungkan pernikahannya.

Walau akhirnya tidak digunakan lagi– ternyata ilmu pak Soemitro malah dihargai oleh negara tetangga sendiri, Malaysia dan konsep Bumiputera ini dijadikan sejenis GBHN disana. Tak heran, dalam waktu yang sangat singkat–tingkat kemajuan perekonomian Malaysia mulai melejit dan meninggalkan negara “guru” nya. Nyesek, sih.

Nah, bicara nama Prof Soemitro Djojohadikusumo–ada hal lain yang ternyata sangat menarik untuk disimak. Tentu saja perihal garis keturunannya atau istilahnya : Silsilah.

SILSILAH PRABOWO : TRAH KESATRIA DI DALAM NADI PRABOWO
SILSILAH PRABOWO : TRAH KESATRIA DI DALAM NADI PRABOWO

Soemitro dan anaknya Prabowo ternyata memiliki dua jalur aliran darah yang luar biasa. Silsilahnya berhubungan LANGSUNG dengan raja Majapahit, khususnya Prabu Brawijaya IV dan jalur TIDAK LANGSUNG atau melalui garis ibu ke Sultan Agung, raja kerajaan Mataram Islam.

Untuk garis LANGSUNG ke Raja Majapahit atau hanya melihat kenaikan alur ke pihak bapak-nya saja, maka silsilahnya adalah sebagai berikut:

1. PRABOWO SUBIANTO
2. Soemitro Djojohadikusumo
3. Raden Mas Margono Djojohadikusumo
4. Raden Tumenggung Mangkuprojo
5. Raden Kartoatmojo
6. Raden Muhammad
7. Raden Tumenggung Kertanegara IV (Raden Tumenggung Banyakwide)- Panglima Laskar Diponegoro Wilayah Gowong Kedu
8. Raden Tumenggung Kertanegara III
9. Raden Tumenggung Kertanegara II
10. Raden Tumenggung Mangkuprodjo I (Patih Ndalem Kertasura)- Membangun Masjid Sokotunggal Kebumen 1722
11. Ngabehi Kertoyudho
12. Ngabehi Banyakwide (Kliwon Banyumas)
13. Raden Tumenggung Mertoyudo – Adipati Banyumas ke 4 (1620-1650)
14. Ngabehi Kalidetuk / Mertosuro II – Adipati Banyumas ke 3 (1601 – 1620)
15. Ngabehi Djanah / Mertosuro I – Adipati Banyumas ke 2 (1583 – 1600)
16. Raden Banyak Kumara – Adipati Mrapat / Banyumas ke 1 (1582 – 1583)
17. Raden Haryo Baribin, Putra Brawijaya IV dari istri Putri Pajang. Bersama Raden Angkawijaya / Alit — saudara laki lakinya memimpin bersama di Majapahit dengan sebutan Ratu Kembar Brawijaya V
18. SRI TANJUNG RAJA MAJAPAHIT – BRAWIJAYA IV

Sedangkan garis silsilah TIDAK LANGSUNG atau melalui garis ibu ketika kakeknya Raden Tumenggung Mangkuprojo (Majapahit) menikah dengan neneknya Raden Ayu Djojoatmojo (Mataram Islam) dan dihitung dari bapak neneknya ini maka urutannya adalah:

4.a. Raden Ayu Djojoatmojo
4.b. R.M.T.A.A Djojodiningrat, Istri : K.P.A Ng Djojokoesoemo
4.c. Bendoro Pangeran Haryo Kertosono/Murdaningrat
4.e. Sri Sultan Hamengkubuwono II
4.f. Sri Sultan Hamengkubuwono I/Pangeran Haryo Mangkubumi/Raden Mas Sujono
4.g. Prabu Amangkurat IV (Mangkurat Jawi)/Raden Mas Suryaputra
4.h. Sinuhun Pakubuwono 1 (Pangeran Puger)
4.i. Sunan Prabu Amangkurat Agung/ Susuhunan Ing Alega (Raden Mas Sayidin)
4.j. SULTAN AGUNG – Sultan Mataram 1613-1645

Jadi, memang garis darah pemimpin itu tidak bisa benar-benar hilang. Tidak menipu dan tentu saja, ini adalah beban masa lalu sekaligus takdir tugas masa depan Prabowo Subianto untuk mengembalikan kejayaan negerinya dan leluhurnya lagi yang harus dijalani. Apa pun derita dan bahagianya.

Pantas saja jiwa kestaria Prabowo begitu kental karena mengalir dalam nadinya. Lalu wahai kalian buzzer jahat, masih terus memfitnah Prabowo turunan cina?

Salam Indonesia Raya,
Hazmi Srondol