Mitos Atau Fakta, Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Manis?

0
110
Mitos Atau Fakta, Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Manis?

Diabetes atau kencing manis merupakan salah satu penyakit mematikan. Diabetes menjadi penyakit penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia, setelah stroke dan jantung koroner.

Penderitanya akan mengalami kondisi di mana kandungan gula dalam darah (glukosa) di atas normal, dengan kecenderungan lebih tinggi. Penyebab penyakit ini, karena terganggunya kemampuan tubuh menggunakan glukosa ke dalam sel. Beberapa gejala penyakit diabetes, di antaranya sering buang air kecil, mudah lelah dan penglihatan kabur.

Spesialis Penyakit Dalam, dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD mengatakan, jika kadar gula dalam darah tidak bisa dikendalikan akan berkorelasi pada komplikasi yang tak terkontrol. Komplikasinya bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian.

“Contohnya serangan jantung, stroke, amputasi di tungkai terutama kaki, gagal ginjal. Kalau mengalami gagal ginjal, cuci darah seumur hidup. Efek lainnya adalah kebutaan,” katanya dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Jumat, 22 September 2018.

Mitos Atau Fakta, Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Manis?
Mitos Atau Fakta, Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Manis?

Wismandari menuturkan, semua orang tanpa memandang bobot tubuh berpotensi mengidap diabetes. Dan orang-orang yang rentan adalah mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, faktor genetik atau keturunan, memiliki lingkar perut 90 centimeter (cm) untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan.

Selain itu, perempuan yang pernah melahirkan dengan berat badan bayi 4 kilogram (kg), punya penyakit darah tinggi dan koleksterol tinggi juga lebih berisiko kena diabetes.

“Jadi tidak cuma orang gemuk, orang kurus juga bisa kena diabetes. Untuk faktor keturunan patut waspada karena kalau orangtua punya diabetes, anaknya bisa punya sakit serupa dan risiko makin tinggi,” ujar Wismandari.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, laki-laki ternyata punya potensi lebih besar dibanding perempuan. Berdasarkan penelitian soal diabetes yang dilakukan di dalam dan luar negeri, perbandingan potensi pria dan perempuan terkena penyakit diabetes adalah 3:2.

Hingga kini, sayangnya penyakit diabetes belum ada obat yang bisa menyembuhkannya secara total. Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko dan bahaya komplikasi penyakit ini adalah dengan menjalani pola hidup sehat.

Wismandari menyarankan untuk melakukan kontrol secara teratur, mengonsumsi obat secara rutin dan melakukan apa yang diminta dokter. Selain itu, melakukan diet seimbang dan olahraga teratur tiga kali dalam sepekan.

Adapun mengonsumsi buah sehat juga disarankan. Namun hindari buah dengan kandungan gula tinggi, di antaranya apel, pisang, delima, mangga, anggur dan leci. Dan meski diabetes, penderitanya masih boleh mengonsumsi makanan manis, tapi harus dibatasi jumlahnya.

“Penderita diabetes masih boleh mengonsumsi makanan manis tapi jangan banyak-banyak,” ujar Wismandari.