Trump Ancam Berikan Hukuman Berat Jika Saudi Dalangi Pembunuhan Jamal Khashoggi

0
158
Trump Ancam Berikan Hukuman Berat Jika Saudi Dalangi Pembunuhan Jamal Khashoggi

Presiden Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberikan “hukuman berat” kepada pemerintah Arab Saudi jika mendalangi atau memerintahkan pembunuhan terhadap wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi. Wartawan pengkritik rezim Riyadh ini hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

“Ada banyak yang dipertaruhkan, dan mungkin terutama karena orang ini adalah seorang reporter. Ada sesuatu yang sangat mengerikan dan menjijikkan tentang itu jika itu adalah kasus…kita akan sampai ke dasar dan akan ada hukuman yang berat,” kata Trump selama wawancara dengan program 60 Minutes di CBS.

Tetapi, Trump menegaskan jika wartawan itu terbukti dibunuh oleh “tangan” Riyadh, dia tidak akan mengakhiri kesepakatan pembelian senjata antara kedua negara. “Mereka memesan peralatan militer; semua orang di dunia menginginkan pesanan itu. Rusia menginginkannya, China menginginkannya, kami menginginkannya, kami mendapatkannya. Dan kami mendapatkan semuanya, setiap sedikit dari itu,” ujarnya.

Trump mengatakan bahwa dia tidak ingin “kehilangan perintah” atau merusak pekerjaan terkait masalah ini. Menurutnya, ada cara lain untuk menghukum Riyadh jika itu diperlukan.

Khashoggi, wartawan asal Saudi, dikenal sebagai kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan keluarga Kerajaan Saudi
Khashoggi, wartawan asal Saudi, dikenal sebagai kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan keluarga Kerajaan Saudi

Khashoggi, wartawan asal Saudi, selama ini dikenal sebagai kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan keluarga Kerajaan Saudi. Dia sudah setahun terakhir tinggal di pengasingan di AS dan gencar menyuarakan kritiknya di kolom Washington Post. Kebijakan Saudi yang dia kritik keras antara lain kebijakan blokade Qatar dan perang di Yaman.

Dia terakhir terlihat pada 2 Oktober 2018 ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen terkait pernikahan yang dia rencanakan dengan perempuan Turki.

Para pejabat Turki telah menyatakan bahwa mereka percaya 15 orang “tim algojo” Saudi membunuh Khashoggi di konsulat. Ankara juga mengaku memiliki bukti video dan audio bahwa dia dibunuh di dalam gedung misi diplomatik itu. Kendati demikian, bukti itu belum disajikan ke publik.

Penyelidikan oleh otoritas Turki mengungkapkan bahwa sebuah rekaman yang dibuat di Apple Watch menunjukkan Khashoggi disiksa dan dibunuh. Laporan penyelidikan itu dikutip media Turki, Daily Sabah pada hari Sabtu (13/10/2018) dengan sumber intelijen Ankara. Rekaman di Apple Watch itu dihubungkan dengan iPhone yang dipegang calon istrinya yang menunggu di luar konsulat.

Adapun surat kabar itu juga menyatakan bahwa agen-agen intelijen Saudi sudah menyadari setelah Khashoggi meninggal, Apple Watch merekam. Agen-agen itu mencoba memanfaatkan sidik jari Khashoggi untuk membukanya. Para agen itu dilaporkan menghapus beberapa file, tetapi tidak semuanya.

Sementara itu, Riyadh telah membantah sudah memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif mengutuk laporan itu. Menurutnya, klaim bahwa Riyadh memerintahkan pembunuhan itu merupakan kebohongan dan tuduhan tidak berdasar terhadap kerajaan.