Bisnis Lion Air Menurun

0
5

Sepekan usai jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin,, pihak manajemen mengungkapkan turunnya bisnis pada maskapai berlogo singa tersebut,

 

“Dampaknya kami sedang sedih, kami sedang dalam posisi yang memang secara bisnis penerbangan dalam posisi yang terendah,” kata Managing Director Lion Air Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi, di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

Padahal, sebelumnya, pihak Lion Air menampik adanya penurunan bisnis. Bahkan, proses pembatalan (refund), dan perubahan jadwal yang berlebihan oleh penumpang dianggap masih dalam batas wajar, dan normal.

“Nyatanya dampak bisnis yang harus kami hadapi pascakejadian tersebut. Di sini, kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini,” ungkapnya.

Pengembalian kepercayaan masyarakat dilakukan dengan informasi yang positif serta menjaga solidaritas pada karyawan.

Target penerimaan CHT tahun depan pun ditargetkan pemerintah naik 7,15 persen dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp148,2 triliun. Sejalan dengan naiknya target penerimaan negara yang sebesar 15,41 persen dari outlook 2018.

Meski begitu, Adrianto mengatakan, pemerintah akan mencari cara lain untuk menutup kesenjangan dari tidak naiknya tarif cukai rokok terhadap kenaikan target penerimaan negara. Salah satunya adalah dengan fokus terhadap penerimaan pajak.

“Pemerintah masih konsentrasi dengan penerimaan pajak yang ada sekarang. Reformasi terus dijalankan, reformasi institusi, proses bisnis, terus dijalankan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here