PAN : BPN Dan Koalisi Semakin Solid Bekerja Menangkan Prabowo-Sandi

0
86
PAN : BPN Dan Koalisi Semakin Solid Bekerja Menangkan Prabowo-Sandi

Jakarta – Terkait issue tidak solidnya team Badan Pemenangan Nasional (BPN) dengan koalisi partai pengusung Capres dengan no urut 2 yang disampaikan Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Eddy Suparno, Sekjen PAN angat bicara bahwa hal tersebut tidak benar.

Eddy mengatakan tim BPN dan partai pengusung kerap mengadakan pertemuan untuk membicarakan strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga. Ia juga menjelaskan bahwa team terus bekerja keras demi memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Hinca Panjaitan, SekJen Partai Demokrat. Hinca mengunkapkan bahwa partainya telah menggerakkan seluruh organ untuk mendukung Prabowo-Sandiaga sejak pertama kali menyatakan dukungan.

“Kami solid mendukung Prabowo-Sandiaga mulai dari teken ke Komisi Pemilihan Umum hingga selesai nanti,” papar Hinca Panjaitan, Sekjen Demokrat.

Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sebelumnya menyebut BPN Prabowo-Sandiaga tak solid. Alasannya, partai politik pendukung mereka saling beradu pendapat.

“Bukan semakin solid mendekati pemilu, tapi makin tidak jelas arah koalisinya mau ke mana,” kata Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong, Jumat, 16 November 2018 lalu.

PAN : BPN Dan Koalisi Semakin Solid Bekerja Menangkan Prabowo-Sandi
PAN : BPN Dan Koalisi Semakin Solid Bekerja Menangkan Prabowo-Sandi

Salah satu buktinya, kata Usman, berkaitan dengan isu efek ekor jas. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mempersoalkan Gerindra yang akan kecipratan untung. Soalnya, calon presiden dan wakilnya merupakan kader partai berlambang garuda itu.

“Ada problem di sana yang sebetulnya kami baca sudah ada indikasi sejak awal, misal ada janji tidak ditepati, capres dan cawarpes dari satu partai, soal logistik anggaran dana mereka,” ujar dia.

Masalah tersebut, kata Usman, secara tidak langsung menguntungkan kubu Jokowi-Ma’ruf. Namun dia menegaskan kubunya tidak dengan sengaja membuat pendukung Prabowo – Sandiaga tidak solid.