Reuni Akbar 212, Prabowo Kecewa Terhadap Media

0
9

Jakarta – Prabowo Subianto, Capres Koalisi Indonesia Adil Makmur merasakan kecewa terhadap media, terkait pemberitaan Acara reuni Akbar 212 yang sepi diberbagai media elektronik maupun media cetak Nasional kecuali TV One.

Ahmad Muzani, Sekjen Gerindra mengungkapkan bahwa kekecewaan dan kritik Prabowo terhadap media tersebut sebagai sesuatu yang di nilai wajar.

“Kalau itu kan biasa ekspresi Pak Prabowo,” jelas Sekjen Gerindra itu.

Dia mengungkapkan bahwa pada dasarnya pihaknya memaklumkan keterbatasan-keterbatasan yang di miliki oleh media. Tetapi terkadang keterbatasannya tersebut mengakibatkan ketidakadilan untuk sebagian pihak. Apalagi kalau keterbatasan tersebut bukan merupakan persoalan teknis, contohnya banyaknya koran yang di terbitkan pada tiap harinya.

“Kalau persoalannya teknis, saya kira kita bisa paham. Tapi kadang-kadang disebabkan oleh nonteknis. Nonteknis itu artinya ada kendala di luar persoalan teknis. Di lapangan sudah menceritakan begitu detail dan rapi, kemudian yang diambil cuma sepotong-dua potong. Kalau diambil sepotong-dua potong itu masih bagus, ini kadang-kadang nggak diambil sama sekali,” ujarnya Ahmad Muzani.

“Nah inilah yang kadang-kadang menimbulkan perasaan ketidakadilan di dalam pemberitaan. Nah ini yang dikritik oleh Pak Prabowo dengan kawan-kawan semuanya,” tambahnya.

Perasaan terhadap ketidakadilan tersebut yang menyebabkan Calon Presiden no urut 2 tersebut meluapkan perasaan kecewanya terhadap media. Dan ketidakadilan tersebut juga di keluhkan oleh banyak orang.

Reuni Akbar 212, Prabowo Kecewa Terhadap Media
Reuni Akbar 212, Prabowo Kecewa Terhadap Media

“Karena beliau banyak sekali mendapat keluhan seolah-olah kok kegiatan begitu gede kok beritanya cuma begini-begini doang,”katanya.

Prabowo Subianto mengkritik para media terkait pemberitaan acara reuni tersebut pada 2 Desember 2018. Beliau awalnya menyampaikan terkait pentingnya para kaum disabilitas terhadap Indonesia.

Perihal itu ia sampaikan pada saat mengikuti acara peringatan ‘Hari Disabilitas Internasional’ yang bertempat di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

“Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia,” ujar Calon Presiden no urut 2 itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here