Sandi : BUMN Yang Sudah Tidak Lagi Berjalan Sesuai Fungsinya

0
28
Sandi : BUMN Yang Sudah Tidak Lagi Berjalan Sesuai Fungsinya

Jakarta – Terkait tentang utang BUMN yang sudah menumpuk, membuat mantan gubenur DKI Jakarta yang juga sebagai calon presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno khawatir dengan persoalan itu. Ia menilai, BUMN telah tidak berjalan sesuai dengan fungsinya lagi belakangan ini.

“Sekarang kalau kita lihat BUMN sudah menembus angka yang cukup mengkhawatirkan… kita harus lihat sustainability dari BUMN tersebut,” ungkap Sandi.

Sandi meyakini, apabila BUMN di gerakkan, maka tak akan membebani APBN apalagi memiliki utang yang sudah banyak seperti sekarang ini. Di tambah lagi oleh utang sektor publik yang telah di atas 60%. Sebab itu, ia heran kalau ini masih disenut sebagai dalam batas kewajaran.

“Kalau ada external shock bagaimana? Internal shock? Bagaimana kalau ada perlambatan ekonomi atau trade war berlanjut? Bagaimana kalau harga komoditas terus anjlok?” kata calon wakil presiden no urut 02 itu.

Dengan angka utang yang besar tersebut, seharusnya masing-masing korporasi harus di desak untuk melakukan rasionalisasi, sekruitasi dari aset ataupun dengan melakukan restrukturisasi utangnya.

“Dorong prinsip profesionalisme dan good corporate governance,” jelasnya.

Sandi : BUMN Yang Sudah Tidak Lagi Berjalan Sesuai Fungsinya
Sandi : BUMN Yang Sudah Tidak Lagi Berjalan Sesuai Fungsinya

berdasarkan dari hasil data Kementrian BUMN dengan Komisi VI DPR RI pada tanggal 3 Desember 2017 lalu sampai akhir September 2018, total dari utang BUMN di Indonesia mencapai Rp.5.271 Triliun. Dan dari jumlah tersebut sebanyak Rp.3.311 Triliun di sumbangkan dari BUMN sektor keuangan, dengan komponen terbesarnya berupa Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mencapai 74% dari total keseluruhan utang.

Sandaga Salahuddin Uno mengungkapkan hal tersebut ketika menghadiri acara diskusi ‘Selamatkan BUMN Sebagai Benteng Ekonomi Nasional’, pada hari Rabu 12 Desember 2018.