Sandiaga Uno Janji Akan Hentikan Ekspor Rotan Mentah

0
92
Sandiaga Uno Janji Akan Hentikan Ekspor Rotan Mentah

Sukoharjo – Calon wakil presiden no urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menghentikan ekspor rotan mentah ke China dan Vietnam apabila terpilih nanti. Hal itu di lakukan setelah melakukan kunjungan ke sentra industri rotan Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo. Di dalam kunjungannya tersebut, Sandi menerima keluhan dari warga, diantaranya masalah terkait sulitnya untuk mendapatkan bahan baku rotan.

Hal itu dia sampaikan Ketika berada di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, pada 28/12/2018.

“Kalau saya dikasih amanah, simpel saja, stop ekspor rotan mentah untuk memberikan kesempatan kepada perajin ini mengolah, sehingga kita dapat nilai tambah,” ujar Sandi.

“Saya dengar banyak yang diekspor ke China, ke Vietnam, akhirnya yang tumbuh industri di Vietnam sama di China. Masa yang kita bikin kaya perajin di China dan Vietnam? Mestinya kan di Indonesia,” tambahnya

Menurut Sandi, Indonesia mempunyai bahan baku rotan yang melimpah. Dia juga merasa tersentuh dengan kondidi yang di rasakan oleh para pengrajin di Trangsan.

“Di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah, rotan itu melimpah kok. Malah di sana pada ngeluh, kok nggak bisa jual, sementara di sini enggak bisa dapat,” tuturnya.

Dia menjanjikan untuk menjadikan pemerintahan ini tegas. Bersama dengan Prabowo, dia akan menegakkan hukun untuk eksportir rotan mentah dan ilegal.

“Pak Prabowo dan saya tegas. Kita akan ada pemerintahan yang kuat. Yang terlibat ekspor ilegal harus kita hukum seadil-adilnya,” jelasnya.

Sandiaga Uno Janji Akan Hentikan Ekspor Rotan Mentah
Sandiaga Uno Janji Akan Hentikan Ekspor Rotan Mentah

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, negara Indonesia ini memiliki kekayaan yang sangat banyak, termasuk rotan. jadi seharusnya seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati kekayaan tersebut, dan bukannya sebagian orang saja.

“Kita enggak mau lagi terpaksa ngutang buat modal. Akhirnya untung yang sudah tipis menjadi super tipis setipis kartu atm. Padahal negeri ini gemah ripah loh jinawi. Punya rotan melimpah tapi kok seperti ini. Jadi saya trenyuh sekali kita babak belur, kita kelaparan di lumbung padi,” imbuhnya.