Fadli Zon : Debat Tak Menarik Lagi Akibat Pembeberan Pertanyaan Debat

0
8

Jakarta – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon menanggapi keputusan yang di ambil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ingin memberikan daftar pertanyaan debat kepada kedua paslon. Dia menilai bahwa dengan hal itu membuat debat tidak menarik lagi. Hal itu di ungkapkannya ketika berada di kompleks parlemen, Jakarta, pada 07/01/2019.

“Cukup aneh, menurut saya kenapa harus pertanyaan-pertanyaan itu dibocorkan atau diberikan? Itu kan enggak asyik lagi, enggak ada gregetnya, enggak ada efek kejutnya,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa debat di lakukan seharusnya untuk mengenali dasar pemikiran dari paslon untuk mananggapi isu yang menjadi materi.

“Jadi nanti kalau sekarang dikasih bocoran soalnya, ya nanti tinggal ngapalin. Ini ya enggak asyik lagi lah,” katan Fadli.

Fadli juga menjelaskan bocoran daftar pertanyaan itu tidak menguntungkan BPN Prabowo-Sandi.

“Menurut saya kurang [diuntungkan] ya. Kalau misalnya tema debat oke lah. Tetapi kemudian angle-nya seperti apa, ya jadi kurang, jadi debatnya formalitas. Itu yang kita sayangkan,” jelasnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa dengan di berikannya daftar pertanyaan debat, akan menyebabkan masyarakat tidak bisa mendalami kemampuan dari kedua paslon, Karena, KEmampuan paslon dinlai akan terlihat dari cara menjawab pertanyaan tersebut.

“Cara menjawab, ekspresi menjawab, ekspresi yang dipilih atau kata yang dipilih dalam menjawab itu akan menjadi sebuah ukuran bagi seorang rakyat untuk menentukan apakah ini akan layak menjadi pemimpin bangsa dengan 250 juta penduduk atau tidak,” ungkapnya.

Fadli Zon : Debat Tak Menarik Lagi Akibat Pembeberan Pertanyaan Debat
Fadli Zon : Debat Tak Menarik Lagi Akibat Pembeberan Pertanyaan Debat

Dia juga tak sepakat dengan pemberian daftar pertanyaan itu di debat karena seperti cerdas cermat.

“Dulu waktu saya ikut lomba cerdas cermat tidak ada itu pertanyaan yang diajukan oleh juri kepada peserta lomba,” tuturnya.

Walaupun tidak sepakat, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini menegaskan BPN Prabowo-Sandi akan tetap mengikuti keputusan KPU. Sebenarnya keputusan tersebut tidak menguntungkan untuk timnya.

Di ketahui debat Pilpres perdana akan di gelar pada 17/01/2019 nanti. Debat itu akan menyatukan pertanyaan terbuka dan tertutup. Pada sistem terbuka, KPU akan memberikan lebih dulu pertanyaan debat kepada kedua paslon, dan untuk sistem tertutup pertanyan itu berasal dari masing-masing paslon.

Dengan demikian, di harapkan agar paslon nantinya akan mudah untuk menjawab pertanyaan yang di berikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here