Cara Prabowo Agar Tidak Terprofokasi Di Dalam Debat Pilpres Pertama

0
131

Jakarta – Tim Badan Pemenangan nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan bahwa dalam debat capres-cawapres pada 17/01/2019 malam lalu, tidak terprofokasi untuk garang ketika debat tersebut berlangsung. Alasannya karena, calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto tidak ingin debat tersebut membuahkan permusuhan. Hal itu di sampaikan oleh Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, ketika berada di Mal Sarinah, Jakarta Pusat, pada 19/01/2019.

“Pak Prabowo tidak terpancing, diserang berkali-kali tidak membalas. Beliau mengatakan pemilu ini bukan permusuhan. Pemilu ini adu gagasan, kebaikan menawarkan yang terbaik ke masyarakat, jangan malah dipojok-pojokkan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, bahwa sikap Prabowo tersebut dapat di ikuti oleh para pendukungnya. Sudirman menjelaskan calon presiden no urut 02 meninginkan jika masyarakat dapa ikut menjaga kedamaian dan tidak saling menjatuhkan mendekati Pilpres mendatang.

“Memang suasana masyarakat ditentukan oleh elietnya. Kalau elitenya bisa jaga ketenangan, kerukunan, dan tidak agresif, tidak memojokkan, yang bawah juga ikut terjadi,” jelasnya.

Sudirman juga mengungkapkan, bahwa debat capres-cawapres kemarin, memperlihatkan sikap asli yang di miliki oleh Prabowo yakni humanis. Dan juga salah satunya, kata Sudirman, yaitu di tampakkannya dengan berjoget ada tekanan.

“Soal Pak Jokowi, biar masyarakat menilai. Tapi soal Pak Prabowo, inilah berkat dari Tuhan, bahwa Prabowo yang selama ini distigmakan otoriter ternyata sangat humanis. Saat ada tekanan, joget-joget. Itu kan dari dalam hati, bukan dibuat-buat,”ungkap Sudirman.

Cara Prabowo Agar Tidak Terprofokasi Di Dalam Debat Pilpres Pertama
Cara Prabowo Agar Tidak Terprofokasi Di Dalam Debat Pilpres Pertama

Bukan hanya menjelaskan sikap Prabowo dalam debat capres-cawapres, dia juga memberikan komentar terkait dengan debat tersebut. Dia mengharapkan, agar pada debat capres-cawapres yang kedua dapat di buat menjadi lebih santai dan alami, agar para pasangan capres-cawapres tidak terlihat tegang.

“Mungkin rule, aturan perdebatan, dibuat lebih rileks, lebih organik, jangan terlalu kaku dengan batasan-batasan yang menyebabkan orisinalitas dari kandidat tidak keluar karena menjadi kaku, fokus pada prosedur, tidak fokus pada konten,” tuturnya.

Dengan begitu, di harapkan, dalam debat capres-cawapres yang kedua nanti tidak akan ada lagi paslon yang di serang melalui argumennya. Dan juga semoga tidak ada lagi paslon yang membawa teks jawaban dalam debat tersebut. Karena, debat tersebut di lakukan untuk mengetahui, sejauh mana paslon dapat memahami permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini.