MENURUNKAN TAX RATE UNTUK MENAIKAN TAX RATIO, BEGINI CARANYA:

0
67
MENURUNKAN TAX RATE UNTUK MENAIKAN TAX RATIO, BEGINI CARANYA: (wartaportal.com)

Jakarta – Saat debat kemarin berulang kali PAK PRABOWO mengatakan akan MENAIKKAN TAX RATIO untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Kaum ber IQ 200 sekolam pun ramai2 membully dan menggoreng berita bahwa jika Prabowo terpilih jadi presiden, maka akan membuat rakyat semakin susah karena pajak segala macam barang dan jasa akan naik gila2an.

Entah terbuat dari apa isi kepala mereka..
Seakan mereka sudah dikutuk dengan kedunguan yang meresap hingga mendarah daging. Fanatisme mereka pada kedunguan yg dipupuk terus menerus mengalahkan nalar dan akal sehat mereka sendiri.

Kenapa mereka tak meniru junjungan mereka Mukidi yang dalam debat kemaren terbukti ternyata sangat ‘gemar’ membaca.. *contekan maksudnya..

Baca dan carilah literatur jika memang belum mengerti tentang sesuatu, sebelum membuka mulut lebar2.

Benarkah Tax Ratio naik otomatis berarti pajak akan dinaikkan..?

Saya akan mencoba berbagi sedikit pencerahan yang saya miliki sebagai seorang praktisi pajak.

1. Pertama, harus kita bedakan antara TAX RATE dan TAX RATIO.

Tax Rate (Tarif Pajak) adalah rupiah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak sesuai dengan dasar pajaknya (tax base), jenisnya antara lain Proportional Rate, Progressive Rate, Regressive Rate, Degressive Rate, dll.

Naik atau turun besaran pajak yang biasa kita bayar identik dengan terminologi ini.

Sedangkan Tax Ratio (Rasio Penerimaan Pajak), yang berulang disinggung Pak Prabowo, secara sederhana definisinya adalah perbandingan (rasio) total pajak yang dikumpulkan negara terhadap GDP (Gross Domestic Product) / PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dalam rentang waktu tertentu.

Dan kenaikan Tax Ratio tidak sama dengan kenaikan besaran pajak (Tax Rate)

2. Kedua, saya masuk ke substansi..
Rasio penerimaan pajak (Tax Ratio) Indonesia memang amat sangat buruk sekali, terlebih di era pemerintahan Mukidi, bahkan untuk ukuran sebuah negara berkembang.

Untuk negara maju, Tax Ratio bisa mencapai 24%-26% terhadap PDB, sedang negara berkembang standard nya sekitar 16%-17%.

Indonesia, Tax Rationya rendah sekali, hanya sekitar 10% an bahkan ekonom Faisal Basri bilang Tax Ratio Indonesia hanya sekitar 9,5%.

Itu salah satu sebabnya kenapa rezim Mukidi kerjanya hanya HUTANG.. HUTANG.. HUTANG..

Karena pajak yang harusnya jadi tumpuan pembiayaan pembangunan negara tidak dimaksimalkan penerimaannya. Duitnya ada.. duitnya ada.. tinggal hutang.. 😂

MENURUNKAN TAX RATE UNTUK MENAIKAN TAX RATIO, BEGINI CARANYA:
MENURUNKAN TAX RATE UNTUK MENAIKAN TAX RATIO, BEGINI CARANYA:

Kenapa Tax Ratio Indonesia begitu rendah?

Karena pemerintah Indonesia saat ini hanya memperhitungkan tax ratio dari pajak nasional (penerimaan pusat) dan kurang memperhitungkan penerimaan pajak pemerintah daerah dan penerimaan pajak dari Sumber Daya Alam (SDA).

Hal ini sangat riskan. Karena penerimaan pajak daerah dan pajak eksploitasi sumber daya alam yang tak tercatat oleh pusat berpotensi (dan sebenarnya telah terjadi) untuk diselewengkan dan mengurangi pendapatan negara secara signifikan.

Contohnya, penambangan sumber daya alam Indonesia oleh asing hasilnya langsung disimpan di luar negeri, tanpa masuk ke sistem devisa Indonesia dan tanpa Retention Time sama sekali.
Sehingga tidak tercatat dan jumlah pajak yang harusnya bisa diambil dari situ menjadi menguap begitu saja.

Contoh lain, misalnya perusahaan-perusahaan besar swasta di ruang lingkup daerah, penghasilannya tak tercatat oleh pusat, sehingga bahkan mereka tidak bayar pajak sama sekali.

Inilah makna ucapan Pak Prabowo yang bilang KEKAYAAN INDONESIA ITU BOCOR, namun sayangnya beliau yang hanya menyampaikan fakta ini malah dibully oleh kaum ber IQ 200 sekolam itu..

3. Apa yang akan Pak Prabowo lakukan..?
Tentu bukan dengan menaikan pajak2 barang dan jasa yang akan membebani masyarakat menengah hingga bawah.

Beliau akan mengejar para wajib pajak seperti perusahaan asing yang membawa lari kekayaan alam Indonesia, cukong2 tambang pengemplang pajak, dan sebagainya.

Jadi jika anda bukan cukong atau orang asing, gak usah takut dan gak usah memprovokasi jika memang gak ngerti apa-apa.

Kemudian langkah yang pasti akan beliau lakukan adalah meningkatkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang hanya sekitar US $3.600, yang akan meningkatkan daya beli, sehingga secara tidak langsung penerimaan pajak akan naik.

Jadi bukan dengan begitu saja menaikkan tarif pajak (Tax Rate), tapi justru dengan menaikkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong daya beli, sehingga perputaran uang, barang, dan jasa semakin pesat, yang ujungnya akan menaikkan TAX RATIO.

Paham ora son..? Kalo blm paham, banyak2 lah minum obat cacing. Bisa jadi cacing2 itu menggerogoti nutrisi dlm tubuh anda sehingga mengurangi asupan ke otak..

Hazmi Srondol