29 Taipan Kuasai Lahan Sawit Nyaris Setengah Pulau Jawa

0
86

Jakarta – Sekitar 25 grup dari perusahaan kelapa sawit mengusai lahan sebesar 5,1 juta hektare atau bahkan nyaris setengah Pulau Jawa yang memiliki luas 128.297 KM persegi. 3,1 juta hektare telah di tanami dengan sawit, sedangkan sisanya belum di tanami. Luas perkebunan sawit di Indonesia sendiri pada saat ini mencapai 10 juta hektare. Hal itu di sampaikan oleh Direktur Program Transformasi untuk Keadilan (TuK) Indonesia, Rahmawati Retno Winarni, pada 13/2/2015.

“Kelompok perusahaan itu dikendalikan 29 taipan yang perusahaan induknya terdaftar di bursa efek, baik di Indonesia dan luar negeri,” tuturnya.

Rahmawati pun mneyatakan, bahwa jumlah dari kekayaan mereka di tahun 2013 mencapai US$ 71,5 miliar atau setara dengan Rp 922,3 triliun. Angka itu di ambil dari analisis yang di jalankan oleh Forbes dan Jakarta Globe. Sebagian kekayaan itu di ambil dari bisnis perkebunan sawit dan juga sejumlah bisnis yang lainnya.

Dari 25 grup itu, ada 11 perusahaan yag tercatat di bursa efek Jakarta, ada di bursa efek Singapura, 3 di Kuala Lumpur, dan satu perusahaan di London. Tetapi, seluruhnya tidak betul-betul di miliki oleh publik, sebab taipan merupakan pemegang saham yang berkuasa dengan penguasaan sebanyak 20-80 persen daham.

“Kepemilikan saham dilakukan melalui perusahaan cangkang di negara-negara ramah pajak,” jelasnya.

29 Taipan Kuasai Lahan Sawit Nyaris Setengah Pulau Jawa
29 Taipan Kuasai Lahan Sawit Nyaris Setengah Pulau Jawa (wartaportal.com)

Di Sensus tahun 2014 etnis Cina adalah 5% penduduk Indonesia tetapi menguasai 80% ekonomi Indonesia, pemilik 75% perusahaan publik yang tercatat di Jakarta Stock Exchange (JSE), dan di prediksi kekayaan 100 orang terkaya etnis Cina mencapai Rp 1.264 triliun. Begitu pula dengan industri kelapa sawit 80% di kuasai pengusaha etnis Cina, dengan luas perkebunan kelapa sawit yang mencapai 10 juta hektare (52% adalah milik swasta), rakyat 41%, dan BUMN hanya 7%.

Kemudian, siapa saja para taipan yang dalam bahasa Jepang yang mempunyai tuan besar, yang menguasai kelompok perusahaan sawit tersebut?

Mereka di antaranya, yakni Grup Wilmar (dimiliki Martua Sitorus dkk), Sinar Mas (Eka Tjipta Widjaja), Raja Garuda Mas (Sukanto Tanoto), Batu Kawan (Lee Oi Hian asal Malaysia), Salim (Anthoni Salim), Jardine Matheson (Henry Kaswick, Skotlandia), Genting (Lim Kok Thay, Malaysia), Sampoerna (Putera Sampoerna), Surya Dumai (Martias dan Ciliandra Fangiono), serta Provident Agro (Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno).

Kemudian juga ada Grup Anglo-Eastern (Lim Siew Kim, Malaysia), Austindo (George Tahija), Bakrie (Aburizal Bakrie), BW Plantation-Rajawali (Peter Sondakh), Darmex Agro (Surya Darmadi), DSN (TP Rachmat dan Benny Subianto), Gozco (Tjandra Gozali), Harita (Lim Hariyanto Sarwono), IOI (Lee Shin Cheng, Malaysia), Kencana Agri (Henry Maknawi), Musim Mas (Bachtiar Karim), Sungai Budi (Widarto dan Santosa Winata), Tanjung Lingga (Abdul Rasyid), Tiga Pilar Sejahtera (Priyo Hadi, Stefanus Joko, dan Budhi Istanto), dan Triputra (TP Rachmat dan juga Benny Subianto).