Prabowo-Sandi Sukses Kuasai Debat Kelima Pilpres 2019

0
75
Prabowo-Sandi Sukses Kuasai Debat Kelima Pilpres 2019 (wartaportal.com)

Jakarta – Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana mengungkapkan, bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tampil menjadi pemenang dalam debat kandidat kelima yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada (13/4/2019). Gde menilai, setiap pertanyaan yang menjadi pembicaraan dalam debat kelima bisa dijawab dengan cerdas oleh Prabowo-Sandi.

Gde Siriana mencontohkan, di dalam pertanyaan tax ratio, Sandi sebagai bintang melalui jawabannya untuk meningkatkan tax base. Hal tersebut dinilai sangat mungkin, sebab perusahaan konglomerasi sangat pandai untuk memperkecil pajak mereka dari yang semestinya lewat transfer pricing. Hal itu di sampaikannya pada (14/4/2019).

“Karena itu perlu sistem transparan atas laporan pajak-pajak perusahaan besar. Di sisi lain, memperkecil pajak penghasilan akan sangat berarti bagi rakyat menengah bawah, sehingga dana yang terkumpul di masyarakat menjadi lebih besar dan dapat digunakan untuk kegiatan ekonomi rakyat seperti UKM yang lebih produktif. Sementara Jokowi masih menjual lagu lama yang ingin diputar kembali, yaitu Tax Amnesti jilid 2,” ungkap Gde Siriana.

Gde menjelaskan, bahwa terkait dengan pertaanyaan CAD current account defisit, Sandi dengan cerdas menariknya ke Unicorn. Karena, digitalisasi ini bahkan membuat semakin defisit perdagangan Indonesia dengan masuknya barang-barang China lebih mudah. Hingga akan berpeluang untuk bisa merusak produk-produk UKM.

Prabowo-Sandi Sukses Kuasai Debat Kelima Pilpres 2019
Prabowo-Sandi Sukses Kuasai Debat Kelima Pilpres 2019 (wartaportal.com)

Bukan hanya itu, Gde menilai, saat pertanyaan terkait BUMN, Prabowo dengan gamblang mengungkapkan, jika BUMN mesti menjadi world champion yang tidak boleh kalah dengan swasta juga BUMN bisa memenuhi kebutuhan rakyat dengan harga terjangkau. Sedangkan capres Petahana menyampaikan tanggapannya dengan divestasi Freeport serta pengambilalihan blok Mahakam.

Begitu juga dengan kenaikan Deviden BUMN pada APBN. Namun, capres Petahana tak menyampaikan berapa potensi BUMN yang semestinya dapat diraih untuk APBN. Terakhir pembahasan terkait dengan dana desa. Capres Petahana menyatakan, bahwa dana desa di gunakan untuk mensejahterakan rakyat desa mencakup pula pembangunan jalan jembatan.

“Jokowi lupa bahwa dana desa bukan untuk perbaikan infrastruktur tetapi untuk meningkatkan sumber-sumber usaha rakyat melalui unit usaha lokal secara produktif dan berkesinambungan.” jelas dia.

“Bukan kartunya dibanyakin tetapi programnya yang harus diperbanyak untuk menyentuh rakyat bawah. Tampaknya Jokowi ingin menarik dana desa menjadi isu politik dengan memberi kesan bahwa jika Prabowo menang maka dana desa akan dihilangkan. Padahal dana desa adalah amanat UU,” pungkas Gde Siriana.