Perolehan Prabowo-Sandi Di Jakarta Dipotong 100

0
65

Jakarta – Kecurangan yang terjadi di dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini semakin nyata terlihat serta semakin menjadi-jadi. Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik mengungkapkan, bahwa dia bingung dengan masifnya kasus penambahan suara untuk pasangan capres-wapres kubu Petahana serta pemangkasan suara pada pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu mengatakan, sekarang ini telah terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 132, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Yang dimana, suara Prabowo-Sandi kembali dikurangi oleh pihak penyelenggara pemilu 2019.

Seharusnya, jelas Taufik, di dalam C1 plano berhologram Prabowo-Sandi menang dengan memperoleh sebanyak 134 suara juga pasangan capres-cawapres kubu Petahana hanya mendapatkan 86 suara. Hal itu di sampaikan oleh Taufik saat berada di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, pada (29/4/2019).

’’Masuk scan dan situng KPU RI masak suara Prabowo jadi 34. Hilang angka satunya. Sedangkan Jokowi, tetal 86 suara. Kan kami berkurang mereka (01) tetap jadi unggul. Saya rasa ini amat terstruktur dan brutal,’’ ujar Taufik.

Di tampilan laman tersebut, di nilai oleh Wakil Ketua DPRD DKI itu, terlihak sekali nampak jika suara pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana diinput dengan 86 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi diinput dengan 34 suara. Di ketahui total pemilih terdaftar di TPS tersebut, tercatat 220 orang total suara sah lima, serta total suara sah tak sah 225 suara.

Perolehan Prabowo-Sandi Di Jakarta Dipotong 100
Perolehan Prabowo-Sandi Di Jakarta Dipotong 100 (wartaportal.com)

Ketika diamati di Scan C1, terlihat bila data yang sangat jauh berbeda. Di TPS tersebut, pasangan capres-cawapres kubu Petahana hanya mendapatkan sekitar 86 suara, semenetara Prabowo-Sandi mendapatkan 134 suara.

Dengan begitu, dalam input di data KPU, suara pasangan capres-cawapres kubu Petahana tetap 86 suara, sementara suara Prabowo-Sandi disunat 100 suara.

“Adanya selisih suara yang sangat besar antara C1 dengan input Situng di KPU ini, apakah ini hanya kesalahan human error atau memang sudah pesanan,” tutur dia.

Maka dari itu, timnya akan melaporkan komisioner KPU RI ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam waktu dekat ini. Dan dia juga mempertanyakan, mengapa pasangan capres-cawapres kubu Petahana selalu yang di kurangi perolehan suaranya.

“Ini masalah serius. Kenapa 02 yang selalu berkurang. Kami akan DKPP-kan,’’ tegas Taufik.