Prabowo : Ijtima Ulama III Cukup Tegas Dan Komprehensif

0
20

Jakarta – Mantan Danjen Kopassus yang saat ini sebagai calon Presiden Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto tidak ingin menanggapi banyak ketika menghadiri kegiatan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3, yang dilangsungkan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada (1/5/2019). Dia hanya menyampaikan sedikit tanggan ketika melenggang pulang dari tempat acara tersebut.

“Saya kira cukup komprehensif dan tegas, terima kasih,” ujar Prabowo.

Prabowo memang datang terlambat di tempat di langsungkannya Ijtima Ulama tersebut. Mulanya Prabowo di agendakan akan datang sekitar pukul 15.30 WIB. Tetapi dia nampak baru tiba pada pukul 16.20 WIB. Menurut informasi, sebelum itu Prabowo memberikan pidato kebangsaannya di acara Hari Buruh yang diadakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Saat sampai di di Hotel Lorin, Prabowo masuk ke tempat di langsungkannya acara Ijtima Ulama III yang dilakukan secara tertutup tersebut. Ketika sampai, Prabowo ditamani oleh beberapa tokoh pendukungnya, seperti Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional Amien Rais, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, serta Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.

Prabowo : Ijtima Ulama III Cukup Tegas Dan Komprehensif
Prabowo : Ijtima Ulama III Cukup Tegas Dan Komprehensif (wartaportal.com)

Walaupun begitu, mereka tidak keluar dari tempat Ijtima secara bersamaan. Ijtima Ulama yang ketiga tersebut menghasilkan lima poin utama. Mereka mengakui kecurangan yang terstruktur, sistematis, serta masif sudah dilakukan oleh tim dari pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana

Mereka pun meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawalu) memutus salah satu paslon tersebut serta mendiskualifikasi paslon itu pula. Bukan hanya itu, Ijtima pun mengusulkan agar masyarakat terus kuat dalam menjaga perjuangan membela kebenaran yang mereka yakini. Bahkan inti kelima Ijtima Ulama tersebut memutuskan jika perjuangan melawan kecurangan, kejahatan, dan ketidakadilan merupakan bentuk amar Ma’ruf dan nahi mungkar konstitusional serta sah secara hukum.

Dan di harapkan agar nantinya pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana dapat segera di tetapkan sebagai pemenang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini. Serta juga berbagai tindak kecurangan yang di lakukan oleh pihak lawan dapat segera di lakukan penindak lanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here