KPK Siap Buktikan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag Lukman Hakim

0
30
KPK Siap Buktikan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag Lukman Hakim

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sudah memastikan bahwa mereka siap mmebuktikan bahwa aliran suap yang di duga di terima oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Syaifudin dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin mengenai jual beli jabatan di Kementrian Agama.

“Itu (aliran suap) nanti akan dibuka di persidangan, saya kira karena itu kan bagian dari uang atau benda yang kami sita dalam proses penyidikan,” ungkap Juru Bicara KPK yakni   Febri Diansyah ketika di konfirmasi pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2019.

Dalam dakwaan terhadap Haris Hasanudin, Menteri Agama Lukman Hakim di sebut sebut telah menerima aliran dana sebesar Rp 70 juta dari Haris kerena telah membantu Haris hingga ke jabatannya saat ini yakni Kakanwil Kemenag, walau Haris pernah menerima hukuman disiplin sebelumnya.

KPK Siap Buktikan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag Lukman Hakim
KPK Siap Buktikan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag Lukman Hakim

Tidak hanya menerima aliran dana sebesar Rp 70 Juta, para penyidik KPK juga pernah menyita uang sebesar 180 juta serta 30 ribu dollar Amerika di mejka kerja Lukman Hakim. Febri juga telah meyakinkan bahwa uang itu masih aa kaitannya dengan titip perkara yang saat ini dengan di tangani lembaga anti korupsi.

“Semua benda yang disita, termasuk uang yang kami temukan di laci meja kerja Menag pada saat itu tentu diduga terkait dengan pokok perkara, bisa saja itu nanti bagian dari proses pembuktian apakah nanti akan ada pengembangan atau tidak, itu lain hal ya, nanti kita lihat di proses persidangan,” ujar Febri.

Mengenai dengan bantahan dari sang terduga, yakni Lukman, Febri menekankan bahwa pihak KPK tidak mau ambil pusing. Bagi Febri, tidak hanya Lukman, namun juga sebelumnya banyak sekai pihak yang terlibat tindak pidana namun masih membantahnya.

“Kalau bantahan kan sering ya kita dengar, banyak pihak yang pernah ditangani KPK baik tersangka ataupun saksi itu kadang membantah keterangan-keterangan, silakan saja, yang pasti tentu kami sudah punya informasi yang kami pandang cukup sampai kemudian jaksa menuangkan itu ke dalam dakwaan,” ujar Febri.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementrian Agama (Kemenag), Romahurmuziy juha di duga telah menerima aliran dana suap sebesar Rp 300 juta mengenai seleksi jabatan di lingkungan Kemenag pada tahun 2018 hingga 2019.

Tidak sendiri, Selain Romahurmuziy KPK juga telah  menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya di duga telah menyuap Rommy untuk mendapatkan jabatan di Kementrian Agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here